MUTIARA FORKLIFT

Blog News Mutiara Forklift

Etika Menjadi Operator Forklift

Etika Menjadi Operator Forklift

Forklift adalah alat yang dirancang untuk memindahkan dan mengangkat barang terutama barang atau mesin yang berbobot sangat berat secara efektif dan efisien. Forklift dapat dipakai dalam pekerjaan di pergudangan maupun industri manufaktur. Dengan menggunakan forklift, pekerjaan bisa lebih cepat selesai tanpa perlu melibatkan banyak karyawan.

Forklift memiliki kapasitas angkut yang berbeda-beda, daya angkut forklift mulai dari 2 hingga 15 ton, dan tinggi angku antara 3 hingga 6 meter, sehingga operator wajib memahami jenis dan kapasitas angkut forklift yang dioperasikan.

Adapun jenis-jenis forklift, sebagai berikut:

  1. Warehouse Forklift
  2. Side Loader
  3. Counterbalance
  4. Telehandler
  5. Industrial Forklift
  6. Rough Terrain
  7. Pallet Jack
  8. Walkie Stacker
  9. Order Picker
  10. Reach for Truck

Setelah mengetahui jenis-jenis forklift, adapun potensi bahaya yang dapat terjadi saat mengoperasikan forklift, sebagai berikut:

  1. Mengangkut barang atau mesin melebihi kapasitas yang telah ditetapkan.
  2. Operator tidak mengatur kecepatan saat berada di tikungan atau persimpangan, saat melintasi rel atau gundukan, saat berada di jalan yang licin, saat melewati area sempit, dan saat banyak pejalan kaki.
  3. Visibilitas operator yang terbatas, sehingga dapat mengakibatkan orang atau barang di sekitar forklift tertabrak.

Dengan mengetahui bahaya yang mungkin saja terjadi saat mengoperasikan forklift, Bapak/Ibu juga perlu mengetahui paduan keselamatan operator forklift, berikut ulasannya:

  1. Pengemudi forklift yang diizinkan adalah seseorang yang telah mengikuti pelatihan dan memahami pengoperasian forklift yang benar dan aman, serta perawatannya.
  2. Sebelum mengoperasikan atau menghidupkan forklift, periksalah terlebih dahulu kondisi forklift.
  3. Laporkan segera segala kelainan yang Bapak/Ibu temukan pada forklift sebelum dioperasikan.
  4. Tidak boleh melebihi beban angkat maksimum sesuai dengan “Load Chart atau grafik beban” pada forklift.
  5. Pallet yang digunakan harus sesuai dengan besar atau volume beban yang diangkat.
  6. Atur lebar garpu atau fork pada forklift sesuai dengan beban yang diangkat.
  7. Aturlah beban seaman dan seimbang mungkin.
  8. Hindari mengangkat beban pada posisi lantai yang tidak rata.
  9. Orang dilarang berada di bawah beban yang sedang diangkat.
  10. Jangan sekali-kali menahan beban dengan tangan atau melalui tiang garpu yang sedang dioperasikan, karena tangan dan kaki dapat mengalami cedera.
  11. Gunakan atau pasanglah penumpu beban pada garpu (Load Backrest) dan atau pelindung (Overhead Guard) forklift agar Bapak/Ibu terlindung dari bahaya jatuhnya beban yang diangkat tinggi.
  12. Jangan mengangkat beban dengan posisi tiang garpu condong ke depan. Beban yang Bapak/Ibu bawa akan mudah meluncur dan jatuh ke depan.
  13. Pada saat berjalan dengan muatan, usahakan beban yang dibawa serendah mungkin dengan jalan atau lantai.
  14. Posisikan tiang garpu condong ke belakang, sehingga beban tersandar pada penumpu beban.
  15. Sebelum forklift mulai bergerak, lihat dan awasi lokasi atau arah tujuan Bapak/Ibu, pastikan aman dan mulailah bergerak atau jalan.
  16. Jalankan dan hentikan forklift Bapak/Ibu secara perlaha. Jangan gunakan rem secara mendadak terutama pada saat membawa beban.
  17. Jalankan forklift Bapak/Ibu sedemikian rupa sehingga tetap terkendali dengan aman, apabila Bapak/Ibu mengoperasikannya dengan cepat dan ugal-ugalan maka dapat membuat forklift sulit dikendalikan.
  18. Jaga jarak forklift dengan kendaraan lain saat beroperasi.
  19. Jangan saling mendahului, terutama di tikungan dan lokasi kerja dengan pandangan terhalang.
  20. Pada saat mengoperasikan forklift, Bapak/Ibu harus berkonsentrasi dan dilarang melamun.
  21. Kurangi kecepatan dan bunyikan klakson pada saat Bapak/Ibu hendak berbelok pada tikungan yang tertutup.
  22. Pada saat melintasi rel atau gundukan, usahakan sepelan mungkin dam lintasi secara melintang untuk menghindari guncangan.
  23. Berhati-hatilah pada saat berjalan dan awasi jalan yang akan Bapak/Ibu lalui.
  24. Perhatikan pula lebar daerah operasi sebelum Bapak/Ibu melintasinya. Beban yang besar atau lebar dapat jatuh dan rusak bila membentur pintu atau benda di area sempit.
  25. Jangan mengangkat garpu terlalu tinggi pada saat forklift berjalan. Hal tersebut akan menghalangi pandangan saat membawa beban dan garpu dapat membentur atau menyodok apa saja yang berada di lokasi kerja Bapak/Ibu.
  26. Jika beban yang Bapak/Ibu angkat menghalangi pandangan, maka cara yang aman adalah dengan berjalan mundur atau gunakan pemandu bila berjalan ke depan.
  27. Pada saat melintasi jembatan, jangan lupa memperkirakan kemampuan jembatan.
  28. Pada saat membawa beban pada jalan yang menurun curam, jalanlah dengan cara mundur untuk menghindari beban meluncur jatuh.
  29. Pada medan operasi yang sulit atau pandangan terhalang, gunakan pemandu untuk membantu.
  30. Jangan menggunakan forklift untuk menaikkan orang bekerja di atas ketinggian.
  31. Jangan menggunakan forklift untuk mengangkut penumpang.
  32. Jika Bapak/Ibu meninggalkan forklift, parkirkan di tempat yang aman dan rata. Selain itu, posisikan garpu serendah mungkin, pasang rem tangan dan ganjalah ban dila perlu, serta matikan mesin dan cabut kunci kontaknya.
  33. Matikan mesin forklift pada saat mengisi bahan bakar.
  34. Periksalah kondisi forklift setelah operasi selesai, catat dan laporkan hal yang berkaitan dengan pengoperasian dan kondisi forklift.

Selain pedoman-pedoman di atas, kualitas forklift juga menjadi bahan pertimbangan. Dalam hal ini, forklift memiliki peran penting terhadap keselamatan operator. Kualitas forklift yang tidak maksimal dapat mengakibatkan risiko kecelakaan, mulai dari keselamatan operator, kerja yang tidak maksima, kecepatan dalam bongkar muat barang, serta cost dari maintenance.

Keselamatan kerja menggunakan forklift harus menjadi perhatian setiap perusahaan. Dengan mengetahui berbagai etika serta panduan keselamatan kerja untuk operator forklift, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan kerja saat mengoperasikannya.

Apabila Bapak/Ibu ingin sewa forklift dengan operator yang andal dan berpengalaman, Mutiara Forklift adalah jawabannya. Operator forklift di MF telah melakukan pelatihan dan sertifikasi forklift, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan dan pekerjaan yang dilakukan akan aman dan maksimal.

Untuk informasi lebih lanjut seputar rental forklift terdekat, Bapak/Ibu dapat berkonsultasi kepada kami. Kami siap membantu Bapak/Ibu dengan senang hati.

Silakan Hubungi:

Mutiara Forklift

Marketing: 

Email: marketing@mutiaraforklift.co.id

Website: mutiaraforklift.co.id 

News Lainnya :

Whatsaap

Follow Our Social Media